Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3

                Mungkin jarang orang Indonesia mendengar kata imunisasi varicella. Mungkin banyak juga yang menganggapnya biasa dan tidak perlu tau. Mungkin juga banyak yang sama sekali tidak pernah mendengar namanya. Imunisasi varicella adalah imunisasi terhadap vyrus varicella yang menyerang tubuh. Imunisasi varicella tergolong imunisasi yang dianjurkan diIndonesia tetapi tidak wajibkan seperti imunisasi campak, BCG, dll.
                Virus varicella terjadi melelui media aerob yaitu melalui daerah yang lembab. Selama 2 sampei 3 minggu virus varicella dapat terjangkit ditubuh manusia. Gejala pertama pada orang telah terjangkit virus varicella adalah demam, pilek, cepat lelah, lesu, dan lemah. Kemudian timbul  rasa nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Pada keadaan seperti itu beberapa hari kemudian timbul kemerahan kecil DITUBUH, lenting berisi cairan. Dalam keadaan seperti ini pasien harus berhati-hati dalam menjaga lentingnya, karena jika  Lenting pecah akan terbentuk  krusta dalam. Kemudian kulit akan lebih sensitiv terhadap bakteri apabila ada garukan dan juga akan timbul  bekas.
                Jika pasien dapat dengan hati-hati agar lenting tidak pecah tidak akan timbul bekas dan akan sembuh.  Perawatan terhadap penyakit varicella harus sangat “telaten” , seperti berikut:
·         Tetap mandi
·         Hindari gesekan agar lenting tidak pecah
·         Untuk mengurangi gatal beri bedak salycil
·         Makan makanan yang mengandung vit.c
·         Untuk perawatan luka konsumsi vit.E dan beri lotion untuk menghindari iritasai
Imunisasi varicella dilakuan pada umur 1-2 bulan, pada umur 4-6 bulan, kemuadian pada umur ditas 13 tahun.  Imunisasi varicella pda umur diataa 13 tahun bisa diranggap dengan imunisasi MMR yang biasanya disebut imunisasi MMRV. Kontraindikasi dari imunisasi varicella adalah  Orang alergi berat,  bumil,  Orang yang melakukan perawatan, orang yang tranfusi darah dan Orang yang berpenyakit berat .
Pengobatan untuk imunisasi varicella adalah sebagai berikut;
ü  Beri ASIKLOVIR tablet 800mg → 4 jam sekali (dosis dewasa) → selama 7-10 hari
ü   Beri salep ASILKOVIR 5%  → 6x sehari → selama 6 hari







                Perawat,... mendengar kata perawat dalam bayangan kita adalah seseorang yang merawat orang yang sakit dan orang yang menjadi asisten para dokter. Mendengar kata perawat dalam bayangan kita, “mungkin mudah menjadi seorang perawat”. Dalam banyangan kita,”apa susahnya kalau hanya merawat seorang pasien saja”.
                Tapi banyangan itu salah besar, seorang perawat itu bukan hanya merawat pasien dan menjadi asisten dokter tetapi seorang perawat juga harus memiliki kepriadian yang baik dan berakhlak, mempunyai kemampuan dan pengetahuan dalam bidang keperawatan, dan juga harus mempunyai rasa tanggung jawab etik dan moral.
                Pekerjaan seorang perawat itu gampang-gampang susah. Selain juga merawat pasien seorang perawat juga harus memahami betul tentang ilmu-ilmu keperawatan. Banyak sekali yang perlu dipelajari oleh seorang perawat untuk menjadi seorang perawat yang baik. Untuk pelajaran awal perawat diberi pengetahuan tentang Anatomi tubuh manusia yang meliputi atas berbagai sistem yaitu respirasi, ekskresi, reproduksi, sirkulasi, sistem pemcernaan,dan sitem endokrin. Kemudian perawat diajari untuk memeriksa tanda-tanda vital manusia yang dikenal dengan Observasi atau TTV. TTV meliputi pemeriksaan nadi (Heart Rate), pernafasan (Respirasi Rate), Tensi darah, dan Suhu badan. Setelah mempelajari pelajaran dasar, perawat diberi pelajaran tentang kelainan (penyakit) yang terjadi pada manusia. Misalnya Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi yang melebihi dari batas normal tekanan darah manusia ( untuk orang dewasa >120/80 mmHg), Gastritis / maag yaitu peradangan yang terjadi akibat peningkatan sekresi asam lambung yang mengakibatkan perlukaan pada lambung, dan masih banyak penyakit-penyakit lainnya yang perlu dipelajari oleh perawat. Selain itu perawat juga dikenalkan dengan alat-alat medis yang membantu dalam proses pengelolaan pasien, misalnya Spigmomanometer (untuk mengukur tensi darah), tensi meter (untuk mengukur suhu badan), Stetoskop (untuk membantu pemeriksaan pasien dengan metode auskultasi atau pendengaran). Bukan hanya itu saja perawat juga diberi pengetahuan tentang cara-cara pemberian obatyang meliputi pemberian obat oral (melalui mulut), Parenteral (melalui pembuluh darah langsung), Intravaginal (melalui kelamin), dan intralocal (hanya pngobatn dari luar, seperti pemberian saleb krim).
                Untuk berhubungan dengan pasien, perawat harus bisa dekat dengan pasien. Maksudnya dekat adalah pasien harus mengetahui perasaan dan keadaan pasien supaya perawat lebih mudah untuk membatu pasien dalam proses asuhan keperawatan. Caranya adalah dengan berkomunikasi dengan baik dengan pasien. Walaupun hanya berkomunikasi saja perawat juga harus mempelajarinya. Komunikasi yang mengatur hubungan pasien dan perawat yaitu Komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik dilakukan dengan verbal (langsung) dan non verbal (tidak langsung). Selain berkomunikasi dengan baik, perawat juga harus mempunyai rasa empatik terhadap keadaan korban tanpa harus terlarut didalam kondisi tersebut.
                Lhaa itu sedikit informasi tentang perawat, ternyata nggak mudah ya jadi seorang perawat ....
Sekian ya ....      
               
           Kebutuhan Kesehatan Keselamatan Kerja/k3 seorang perawat diperlukan untuk menghindari dari serangan infeksi yang terjadi saat melakukan pelayanaan medis kepada klien/pasien. Antisipasi terhadap infeksi saat pelayanaan keperawataan saat penting dan sangat dibutuhkan oleh seorang perawat. Kesehatan dan keselamatan perawat harus dijaga dengan baik agar tidak berpengaruh dalam melakukan pelayanaan medis kepada klien/pasien.
            Dalam K3 ini perawat harus mengetahui tentang infeksi, lebih tepatnya tentang Rantai Proses Infeksi, Faktor Pengaruh Infeksi, Cara penularan Infeksi, dan juga Infeksi yang dapat terjadi di Rumah sakit. Hal ini perlu diketahui agar perawat dalam menjalankan tugasnya dapat dengan mudah mengantisipasi dan mengatasi segala macam akibat buruk yang dapat terjadi saat proses pelayanan kepada pasien / klien. Kita bahas sedikit tentang hal tersebut ya....
Cara penularan infeksi dapat terjadi melalui 4 cara yaitu,: kontak tubuh  dengan si penderita, melalui makanan dan minuman, serangga yang menjadi vektor dari suatu infeksi, dan juga melalui udara. Infeksi yang terjadi di Rumah Sakit disebut juga dengan Infeksi  Nosokomial. Infeksi Nosokomial dapat tertular dari pasien Si penderita, Petugas Kesehatan, Pengunjung atau pun sumber lain yaitu lingkungan Rumah Sakit.
            Tindakan untuk pencegahan infeksi sebetulnya ada berbagai macam, tetapi disini akan kita persingkat menjadi beberapa macam. Yaitu dengan Aseptik atau pengurangan jumlaah mikroorganisme penyebab infeksi, dengan Antiseptik atau dengan membunuh atau menhambat pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, dan dengan pencuciaan. Ada juga tindakan pencegahan dengan  Sterilisasi atau pembunuhan kuman pada alat-alat medis , dan Desinfektan atau pembunuhan kuman dengan bahan disenfektan. Tindakan yang paling penting saat akan melakukan kontak langsung dengan pasien ada 3 yaitu Cuci tangan, menggunakan Sarung tangan (Handscoond), dan juga menggunakan masker. Penggunaan dari ke 3 prosedur tindakan tersebut harus benar agar antisipasi terhadap infeksi efektif. 

            Banyak yang memandang hal sebelah mata murid smk, dan terkadang selalu mengunggulkan SMA, banyak yang hanya menilai bahwa SMK itu adalah standart belajar yang tujuan nya adalah hanya ingin cepat mendapat kerja. Orang juga berfikir bahwa standart pembelajaran SMK itu tidak sesuai dengan standart umum pengetahuan yang ada di SMA. Karena memang standart pembelajaran SMK itu lebih spesifik kearah kejuruan dan mengenyampingakan pendidikan umum yang diajarkan diSMA. Tetapi apakah hal itu sepenuhnya benar? Memang benar pembelajaran SMK itu lebih spesifik kearah kejuruan tapi belum tentu anak SMK tidak memiliki pengetahuan umum seperti anak SMA. Pola fikir masyarakat yang meng-anak tirikan smk itu harus diubah. Karena diketahui sendiri smk menorehkan banyak prestasi seperti hal penciptaaan mobil esemka yang dilakukan oleh murid SMK Teknik di Solo.
            Tujuan dari SMK sendiri adalah Mewujudkan Lembaga Pendidikan Kejuruan yang akuntabel sebagai Pusar Pembudayaan Kompetensi Berstandar Nasional, Mendidik Sumber Daya Manusia yang mempunyai etos kerja dan kompetensi berstandar internasional ,Memberikan berbagai layanan Pendidikan Kejuruan yang permeabel dan flesibel secara terintegrasi antara jalur dan jenjang pendidikan, Memperluas layanan dan pemerataan mutu pendidikan kejuruan, Mengangkat keunggulan lokal sebagai modal daya saing bangsa 1. Keunggulan dari SMK itu sendiri dapat mempunyai peluang kerja yang besar karena mempunyai besar karena sudak dari dasar dilatih untuk mengarah kepelajaran kejuruan yang lebih spesifik kearah suatu profesi.  Begitu juga dengan SMA yang mempunyai keunggulan sma lebih banyak mengajarkan ilmu murni melalui teori juga sangat penting untuk menunjang ilmu terapan terutama dalam hal pengembangan. Tapi tidak menutup kemungkinan SMA juga dapat masuk keduania kerja melalu pengembangan dari ilmu murni yang telah didapat.
            Dimojokerto ini sudah banyak smk smk yang berdiri baik bidang teknik, kesehatan maupun pariwisata. Dan juga banyak SMA yang berdiri disetiap kota. Keduanya pun difasilitasi dengan sedemikian rupa agar memiliki kesamaan karena keduannya merupakan penerus pembangun Mojokerto. Penyamaan tersebut terbukti dengan adanya berbagai lomba yang salah satunya lomba penulisan artikel Mojokerto Kabupaten Pintar yang sedang di adakan di Pendopo Kabupaten Mojokerto pada 29 oktober 2013 ini. Lomba tersebut diikuti oleh murid SMA dan SMK yang keduanya disetarakan tidak ada pembedaan.
             Dalam bidang fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepada SMK dan SMA sudah belum cukup terpenuhi. Karena sebagian besar dana yang diperlukan oleh siswa dikeluarkan sendiri oleh siswa dengan melalu pembayaran SPP per/bulan. Keringanan hanya diperuntukkan oleh siswa yang berprestasi, yaitu dengan pemberian beasiswa sesuai prestasi per/semester. hal ini cukup menjadi pertimbangan bagi pemerintah Mojokerto, sehingga memunculkan bebas biaya sekolah sampai SMA .Tetapi  Saat ini, Pemkot Mojokerto baru bisa memberi dukungan dana BOSDA kepada setiap siswa cukup terbatas. Selain BOS, setiap siswa di kota ini berhak atas dana bantuan dengan besaran berbeda. Yakni untuk jenjang SD setiap siswa berhak dana BOSDA Rp 21.000/bulan per anak. SMP Rp 40.000/bulan per anak. SMA Rp 50.000/bulan per anak.  
            Fasilitas pendukung yang lainnya seperti gedung dan lain-lain juga belum sepenuhnya sempurna masih bnayk yang perlu dibenahi untuk mendukung proses pembelajaran siswa agar melahirkan pemuda yang berkualitas. Tapi hal itu perlu dimaklumi karena dalam suatu kesempurnaan itu membutuhkan tahap demi tahap yang memakan usia.  
            Walaupun masih banyak kekurangan yang dilakukan pemerintah dalam menangani masalah sma dan smk, tetapi hal ini sudah bisa diacungi jempol.
            Jadi Kesimpulannya adalah Antara SMA dan SMK sama dapat berponsi untuk menjadi generasi penerus pembangun MOjokerto yang maju dan sesuai dengan visi yang diinginkan. Maka dari itu pemerintah Kab Mojokerto lebih dapat menyetarakan fasilitas kepada sma dan smk. Dan kemudian lebih mengerti apa yang dimau oleh generasi muda mojokerto agar dapat menyeimbangi dengan kebijakan yang dapat meningkatkan prestasi siswa.
            So.. Wujudkan Mojokerto Kabupaten Pintar dengan pemanfaatan SDM melalu murid SMK dan SMA yang keduanya memilki keunggulan yang saling melengkapi.